Menapaki di bulan Rabiul Awal pada tahun ini, mengingatkan kita kepada peristiwa-peristiwa penting dari kehidupan Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa ala alihi wa sallam. Di bulan ini beliau lahir, pada bulan ini beliau meninggalkan kota Makkah dan hijrah ke Kota Madinah, dan di bulan ini pulalah beliau Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam meninggalkan alam dunia yang fana ini.
Sosok agung Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa ala alihi wa sallam, sosok yang Allah Subhanahu wa Ta’ala puji-puji dalam firman-Nya,
وَإِنَّكَ لَعَلَىٰ خُلُقٍ عَظِيمٍ
“Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung.” (QS. Al Qalam: 4)
Beliau adalah seorang utusan Allah Subhanahu wa Ta’ala yang wajib Imani kita cintai, muliakan, dan kita agungkan melebihi cinta kita kepada orang tua, anak-anak, dan semua manusia yang lain. Beliau Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda,
لَا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى أَكُونَ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِنْ وَالِدِهِ وَوَلَدِهِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ رواه البخاري
“Tidak sempurna iman salah seorang dari kalian sehingga menjadikan aku lebih ia cintai dari orang tuanya, anaknya, dan seluruh manusia.“ (HR. Bukhari)
Dari Anas bin Malik, suatu hari datanglah seorang Arab Badui menghadap kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.
dia mengatakan, “Wahai Rasulullah, kapan terjadinya hari kiamat?”
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Menjawab apa yang telah engkau dipersiapkan untuk menghadapi hari kiamat.,
وَمَاذَا أَعْدَدْتَ لَهَا؟
Orang Arab Badui ini mengatakan, لَا شَيْءٌ، إِلَّا أَنِّي أُحِبُّ اللهَ وَرَسُولَهُ
“Tidak banyak bekalku, tetapi aku mencintai Allah dan Rasul-Nya.”
Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
أَنْتَ مَعَ مَنْ أَحْبَبْتَ
“Engkau bersama orang yang kau cintai.” (HR. Bukhari)
Mencintai Allah dan rosul addalah menjadikan jalan untuk mendapatkan manisnya iman.
ثَلاَثٌ مَنْ كُنَّ فِيهِ وَجَدَ حَلاَوَةَ الإِيمَانِ أَنْ يَكُونَ اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِمَّا سِوَاهُمَ
Tiga perkara yang akan menjadikan manisnya iman,salah satu diantara menjadikan Allah dan Rusulnya dicintai lebih dari segalanya.
Cinta itu butuh pembuktian, pengorbanan, dan perjuangan Apa buktinya :
1.Bukti Cinta kepada Rosul SAW adalah beriman kepada apa yang beliau bawa, mentaati apa yang beliau perintahkan, dan menjauhi apa yang beliau larang. Dan ini merupakan inti dari bukti cinta.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّـهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الْأَمْرِ مِنكُمْ ۖ
“Wahai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan kepada para pemimpin di antara kamu.” (QS. An-Nisa[4]: 59)
وَمَآ اٰتٰىكُمُ الرَّسُوْلُ فَخُذُوْهُ وَمَا نَهٰىكُمْ عَنْهُ فَانْتَهُوْاۚ وَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ شَدِيْدُ الْعِقَابِۘ
Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah. Dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah sangat keras hukuman-Nya.”
2.Bukti cinta selanjutnya adalah menjadikan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam sebagai suri tauladan/ panutan dalam kehidupan.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,
قَدْ كَانَ لَكُمْ فِيْ رَسُوْلِ اللّٰهِ اُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَنْ كَانَ يَرْجُوا اللّٰهَ وَالْيَوْمَ الْاٰخِرَ وَذَكَرَ اللّٰهَ كَثِيْرًاۗ
Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu uswatun hasanah (suri teladan yang baik) bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” [QS. Al-Ahzaab: 21].
Rasulullah SAW adalah pribadi yang sempurna. Beliau memiliki akhlak yang mulia, sifat yang terpuji, dan perilaku yang sangat baik. Beliau adalah seorang pemimpin yang adil, penyayang, dan bijaksana. Beliau juga seorang suami yang setia, seorang ayah yang penyayang, dan seorang sahabat yang dapat diandalkan.
3. Bukti cinta kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam membela kehormatannya apabila kehormatannya diremehkan.
Bagaimana perasaan Anda jika orang tua Anda dihina? Misalnya, orang tua Anda digambar, kemudian ditulis nama orang tua Anda di bawahnya. Di situ dituliskan: tukang zina, tukang mabuk, dan tukang bunuh. Padahal Anda tahu orang tua Anda tak pernah melakukan semua itu? Anda yang masih waras pasti akan marah.
Lalu, kalau yang dihina itu adalah Rasulullah SAW, orang paling agung di langit dan bumi, yang ita harapkan syafaatnya kelak di yaumil mahsyar, pasti kita lebih marah lagi! Ulama besar Buya Hamka rahimahulLâh mempertanyakan orang yang tidak muncul ghirah-nya ketika agamanya dihina. Beliau tegas menyatakan, “Jika kamu diam saat agamamu dihina, gantilah bajumu dengan kain kafan.”
4.Di antara bukti cinta yang lainya kepada beliau Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam adalah sering menyebut-nyebut nama beliau, bershalawat,
Dan bershalawat kepada beliau memiliki keagungan, kemuliaan, dan keutamaan yang sangat tinggi. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ صَلَّى عَلَىَّ وَاحِدَةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ عَشْرًا
“Barang siapa yang bershalawat kepadaku sekali, maka Allah akan bershalawat kepadanya sepuluh kali.” (HR. Muslim, no. 408)
Dan itulah yang Allah Subhanahu wa Ta’ala perintahkan kepada kita.
إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَٰٓئِكَتَهُۥ يُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِىِّ ۚ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ صَلُّوا۟ عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا۟ تَسْلِيمًا
“Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.” (QS. Al Ahzab: 56)
Maksud dari Sholawat Allah atas Nabi-Nya yaitu; Pujian penghormatan dan pengagungan Allah SWT kepada Rasul di hadapan malaikat, dan shalawat para malaikat bermakna doa dan permohonan ampunan bagi Nabi,sementara Sholawat kita atas Nabi artinya kita meminta kepada Allah rahmat dan kemulyaan tersebut untuk Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam
-Meperbanyak sholawat akan Mendapat kedudukan yang tinggi dan syafaat darinya.
“Shalawat dan doa umatku sampai kepadaku pada setiap hari Jumat, orang yang paling banyak bershalawat kepadaku di antara mereka adalah orang yang paling terdekat denganku kedudukannya.” (HR. Al-Baihaqi No. 5995)
- Sholawat Sebab doa terkabul.
كُلُّ دُعَاءٍ مَحْجُوْبٌ حَتَّى يُصَلَّى عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
Semua doa itu terhalang, sampai dibacakan shalawat untuk Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.” (HR. Ath-Thabarani No. 821)
Menghindarkan diri dari sifat bakhil dan kecelakaan:
ِنَّ الْبَخِيلَ مَنْ ذُكْرِتُ عِنْدَهُ فَلَمْ يُصَلِّ عَلَيََّ
Sesungguhnya orang yang bakhil adalah orang yang mendengar namaku disebutkan namun ia tidak bershalawat kepadaku.” (HR. An-Nasa’i No. 9800)
رَغِمَ أَنْفُ رَجُلٍ ذُكِرْتُ عِنْدَهُ فَلَمْ يُصَلِّ عَلَيَّ
“Sungguh celaka orang yang mendengar namaku disebutkan tapi ia tidak bershalawat kepadaku.” (HR. At-Tirmidzi No. 3545)
semoga kita termasuk umat yang mencintai dan di cintai Rosul SAW.
Ya Allah, karuniakanlah kepada kami kecintaan kepada Nabi-Mu Muhammad ﷺ, kerinduan kepadanya, kemampuan mengikuti sunnahnya, dan kumpulkanlah kami bersamanya di dalam surga.” . A.Ginanjar